Profesi
tak menghalangi niat seorang untuk maju dalam dunia politik. Bahkan, seorang
penjual bakso yang berada di Kota Magelang terpilih duduk di kursi wakil rakyat
pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 9 April 2014.
Senyum hangat tersungging
di bibir Imam Musaechoni, saat Tribun
Jogja mendatangi rumah kontrakannya yang sederhana di Jalan Sunan Ampel,
Kampung Ganten, Kelurahan Jurang Ombo Selatan, Kota Magelang, Sabtu (17/5). Tak
ada yang menyangka pria berusia 43 tahun ini adalah calon anggota DPRD Kota
Magelang periode 2014-2019.
Dengan tutur kata
sederhana, pria yang akrab dipanggil Imam ini tidak terlalu berlarut dalam
euphoria kemenangannya meraih kursi wakil rakyat. Dia hanya mengucap rasa
syukur atas dukungan sejumlah orang dan kuasa Tuhan.
“Awalnya, saya tidak
menyangka bisa menduduki kursi ini. Saya tidak ambisius untuk mendapat suara
banyak. Begitu jadi wakil rakyat, saya merasa biasa-biasa saja,” ujar Imam.
Imam adalah anggota dewan
terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Imam yang juga menjadi ketua
dewan pimpinan cabang (DPC) PKS Magelang Tengah, Kota Magelang, sebenarnya
sudah tida kali menjadi caleg, namun akhirnya baru tahun ini terpilih.
Pada Pemilu 2014 ini, dia
menjadi caleg dengan nomor urut 2, namun pada Pemilu sebelumnya, dia biasa
menduduki nomor urut bawah. Dia mengatakan, suara sebanyak 640 pada pileg lalu.
Imam yang telah menempati
rumah kontrakan sederhana selama lima tahun terakhir menyebut keberhasilannya
menduduki kursi DPRD merupakan hasil kerja keras partai dan Gerakan Silaturahmi
(Gesit) dari sejumlah kader. Sementara, dia sendiri mengeluarkan uang pribadi
berkisar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.
Imam mengaku optimistis
bisa langsung melakukan perubahan meskipun dia merupakan caleg berwajah baru.
Latar belakang Imam sebagai pelaku usaha di sektor menengah kecil mendorongnya
untuk memikirkan nasib para pengusaha mikro nantinya.
Fokus
ekonomi
Dengan
pengalamannya enam tahun menjalankan bisnis usaha warung bakso dan mie ayam
ini, Imam mengaku sudah memutuskan untuk memfokuskan bidangnya pemberdayaan
masyarakat di sektor ekonomi.
“Saya
mempunyai visi ingin memberdayakan pengusaha kecil. Saya juga siap menerima
keluhan para pengusaha di sektor ekonomi mikro,” ujar ayah dari Sumayah (17),
Muh Dabith S, Hana Am Imaailah, Muh Jundi S (6) ini.
Menurut
dia, selama ini pemerintah memang kerap memberikan pelatihan dan bantuan modal
pada pengusaha kecil. Hanya saja, masalah pemasaran sama sekali tidak
diperhatikan, sehingga para pelaku usaha kerap berhenti di tengah jalan.
“Insha Allah, meskipun saya duduk sebagai
dewan, tetap akan menjalankan usaha bakso ini,” kata tenaga honorer di
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (agung
ismiyanto).
Itulah
profil Imam Musaechoni yang disiarkan Tribun
Jogja, Senin, 10 Mei 2014. Dari profil ini, muncul beberapa kesan tentang
Imam. Pertama, Imam merupakan manusia
yang gigih. Dia tidak kapok menjadi calon legislatif (caleg). Pada kali ketiga
menjadi caleg dia baru terpilih sebaga anggota DPRD Kota Magelang.
Kedua,
Imam bukan orang yang suka menghambur-hamburkan uang dalam rangka pemilihan
legislatif (pileg). Dia menjadi anggota DPRD bukan dengan biaya tinggi. Dia
hanya mengeluarkan uang pribadinya sebanyak 10-15 juta.
Ketiga,
Imam memiliki fokus yang jelas ketika mulai bekerja sebagai anggota DPRD Kota
Magelang nanti. Dia tidak perlu lagi berpikir panjang untuk memilih fokus yang
akan digelutinya. Dia ingin memberdayakan masyarakat kecil.
Keempat,
Imam masih akan terus berjualan bakso sekalipun sudah resmi menjadi anggota
DPRD Kota Magelang. Dia tidak merasa rendah diri menjadi penjual bakso. Dia
malah merasa nyaman menjadi penjual bakso merangkap anggota DPRD Kota Magelang.
Tentu mengherankan sikap Imam di
atas bila dibandingkan anggota-anngota DPRD yang lupa dengan profesi lamanya
ketika dia terpilih sebagai anggota DPRD. Tentu mengejutkan juga Imam bisa
terpilih menjadi anggota DPRD dengan biaya rendah. Tentu mendebarkan pula
menunggu kiprah Imam di DPRD Kota Magelang.
Lepas dari semua itu, berita ini sudah
menunjukkan sesuatu yang unik dari seorang anggota DPRD Kota Magelang.
Penulisnya, Agung Ismiyanto, telah menyajikan keunikan itu kepada khalayak.
Adalah wajar bila kemudian Agung memperoleh apresiasi.***
Rejodani, 31 Mei
2014


0 komentar:
Posting Komentar